Kamis, 27 Januari 2011

random

Baru kali ini butuh waktu cukup lama buat saya memulai tulisan ini. Butuh sekian lama otak saya mengolah kalimat-kalimat ini, jika selama ini saya selalu bilang jika ingin menulis biarkan saja semua mengalir seperti air, kali ini sepertinya tidak berlaku.
Saya akan memulai cerita ini, mungkin akan bertahap untuk saya bisa melengkapi cerita ini. Karena ini berat untuk saya. Seketika saya merasa bahwa saya bukan teman yang baik. Ketika saya merasa menjadi orang yang kuat ternyata saya salah. Ketika selama ini saya menjadi orang yang tidak bisa menyebunyikan masalah, saya merasa betapa lemahnya.
Saya sangat merasa beruntung mengenal seseorang yang sangat luar biasa, orang yang semakin hari, semakin saya mengenalnya semakin kagum saya kepadanya. Sosok luar biasa. Dan menyadarkan saya bahwa sebesar apapun masalah yang kita alami, dulu, kini, dan nanti…bukanlah sesuatu yang besar untuk dikalahkan, dilalui dan dilupakan, menjadi diri sendiri adalah kunci utamanya.
Ketika saya mengenalnya, saya merasa bersalah karena saya terlambat menyadari betapa rapuhnya dia. Atau mungkin begitu hebatnya dia menjadi teman yang sangat perhatian terhadap orang lain, sangat mengkhawatirkan kondisi orang lain sampai akhirnya teman tersebut lupa memperhatikanya. Itu yang membuat saya sedih.
Dia mengajarkan saya banyak sekali hal yang luar biasa yang sebelumnya mungkin saya tidak pernah menyadarinya bahwa orang seperti dia, ternyata adalah orang yang memiliki semangat yang luar biasa, tangguh, hebat dan selalu ceria. Dia menginspirasi saya bahwa menjalani hidup ini adalah hanya menjalankan apa yang telah dituliskan Tuhan. Tetap menjadi wanita tangguh dan kuat apapun yang terjadi. Dan yang terpenting pelajaran yang saya dapatkan adalah, membagi keceriaan di setiap saat dimanapun kita berada kepada siapapun dan walau diri sendiri sebenarnya sangat rapuh.
Dan saya hanya berharap masih ada cukup banyak waktu untuk saya menemaninya, dan bergantian menjadi teman yang baik. Waktu saya mungkin tidak banyak untuk dekat dengan dia, tapi saya berjanji untuk dekat dan menjadi teman yang baik walaupun saya jauh. Atau mungkin Tuhan memiliki rencana lain untuk saya bisa lebih lama dan selamanya menjadi teman yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar