isi kepala manusia menurut dosen saya ada 2, yang pertama materi, yang kedua bagaimana saya mendapatkan materi.
bagi saya, betul juga..
tapi jangan lupa manusia punya hati, ditempatkan dibagian yang tidak bisa ditemukan siapapun, kecuali pemiliknya.
saya pernah mencoba berkomunikasi dengan hati saya, begini kira-kira percakapan kami.
Hei, aku aku sedang berbicara padamu?
Kau mendengarku?
Oh, baiklah..
Apa kamu tidak lelah menjadi yang tak terlihat?
Aku lelah
Apa kamu tidak lelah berfikir tanpa realisasi tubuh?
Aku lelah
Apa kamu senang?
Tidak
Apa kamu menerima jasadmu untuk kamu?
Tidak
Apa yang kamu miliki?
Aku tidak tahu
Hemm.. jiwa, apa kamu terlalu tua atu muda untuk jasadmu
Tua
Mengapa?
Aku terlalu banyak berfikir
Mengapa?
Jasadku pembuat masalah
Kok bisa?
Seenaknya sendiri
Kamu menyalahkanya?
Tidak
Kenapa?
Aku yang memerintahkannya melalui hati dan otak
Siapa hati?
Sahabatku
Apa dia baik?
Kadang-kadang
Kok bisa?
Dia tidak konsisten
Dalam hal apa?
Banyak hal
Apa hati itu jujur?
Sangat jujur
Lalu kenapa terkadang ia tidak baik?
Aku memaksa
Untuk apa memaksa?
Untuk ego
Siapa ego?
Aku yang ingin ini, ingin itu
Kamu ini sedang bebicara dengan siapa?
Dengan jiwa
Jiwa yang mana?
Jiwa yang murni
Masih mau lanjut?
Silahkan
Kamu suka dengan hidup jasadmu?
Tidak
Mengapa?
Banyak maunya
Lalu?
Aku berusaha mengendalikan
Caranya?
Dengan hati
Lagi-lagi hati ya?
Bagaimana dengan pikiran?
Ah.. dia kotor
Maksudmu?
Terkadang licik
Bagaimana bisa?
Menipu hati
Mengapa ia menipu?
Pikiran ada di atas, didalam kepala.. hati dibawahnya di bawah dada, dekat perut.. ia suka memerintah
Kapan kamu akan mati?
Tidak akan pernah
Mengapa?
Aku kekal
Kok bisa?
Diciptakan begitu
Bagaimana jika jasadmu mati?
Aku yang akan bertanggung jawab atas apa yang dikerjakan jasad
Kamu takut ya?
Tidak
Mengapa?
Jiwa selalu diampuni
Kok bisa?
Jiwa jujur
Sudah aku lelah, sampai jumpa
setelah dibaca ulang, bukan hati sepertinya yang saya ajak bicara, tapi bagian lain dari saya.
nah kan... pemilik hati saja sulit untuk bebicara dengan yang terhormat hati nurani.
sepertinya percakapan diatas, adalah dengan jubir hati nurani saja...
tak apalah, kapan hari akan saya coba lagi,
Semoga berkenan
INTAN