Selasa, 30 Juni 2015

Hari ini anak itu belajar lagi
Sekolah memang benar tidak pernah berhenti, tahap demi tahap bersaing melalui rangking. Puja-puji maupun dera caci dilewati. Di sekolah dia tidak pernah mencari tahu, tetapi selalu diberi tahu.
Anak ini mengerti sesuatu.

Hari ini, matahari tinggi sekali. Aku sedang berada di tahun 2015.
Hari-hari ini aku harus bangun pagi sekali, untuk pergi menjadi pelayan. Berat rasa diawal namun aku coba untuk menikmati. Ada saja caraku, hehehe...
Bangun pagi dan memandang ke langit, “masih gelap” kataku, lalu kutambahkan beberapa menit di alarm ponsel ku untuk memejamkan mata. Nikmat.
Membuat teh hangat, dengan gula tersendiri. Aku letakan muka ku tepat diatas cangkir yang masih berasap, hirup pelan aroma teh dan merasakan hangatnya uap. Nikmat.
Kupacu sepeda motor kesayanganku, pemberian ayah. Aku menikmati setiap kelokan jalanan, keributan klakson dan segala bentuk manusia-manusia yang sama denganku berpacu dengan waktu, berpacu dengan segala sesuatu yang memacu untuk lebih cepat, lebih baik, dan segala sesuatu yang lebih bahkan dilebih-lebihkan. Nikmat.
Aku bekerja sebagai pelayan, melayani dan melaksanakan setiap perintah. Tentu dilakukan oleh majikan. Aku memang tidak terlalu suka banyak bicara, namun sepertinya akhir-akhir ini aku berubah dan itu tidak berhasil baik sepertinya. Aku harus menahan rasa ingin bicaraku, tetapi.. tidak kah aku boleh mengutarakan pendapat? Menanyakan sesuatu yang aku tidak tahu? Atau setidaknya sekedar menanyakan pertanyaan untuk kebaikan orang lain. Sepertinya tidak, mesin itu mengutaran perintah, lakukan. Mesin itu memberikan instruksi sepersekian detik kecepatan otakku sepertinya tidak secepat itu, aku tidak boleh protes, telan, terima, lakukan. Paham.

Orang bilang, sabar sekali. Ya bisa jadi.
Hari ini aku masih berusaha mengisi, jika esok akan menjadi kosong, mungkin berbie lelah.

Entahlah, sepertinya anak ini belum mengeri sesuatu apapun.