Hari ini anak itu belajar lagi
Sekolah memang benar tidak pernah berhenti, tahap demi tahap
bersaing melalui rangking. Puja-puji maupun dera caci dilewati. Di sekolah dia
tidak pernah mencari tahu, tetapi selalu diberi tahu.
Anak ini mengerti sesuatu.
Hari ini, matahari tinggi sekali. Aku sedang berada di tahun
2015.
Hari-hari ini aku harus bangun pagi sekali, untuk pergi
menjadi pelayan. Berat rasa diawal namun aku coba untuk menikmati. Ada saja
caraku, hehehe...
Bangun pagi dan memandang ke langit, “masih gelap” kataku,
lalu kutambahkan beberapa menit di alarm ponsel ku untuk memejamkan mata. Nikmat.
Membuat teh hangat, dengan gula tersendiri. Aku letakan muka
ku tepat diatas cangkir yang masih berasap, hirup pelan aroma teh dan merasakan
hangatnya uap. Nikmat.
Kupacu sepeda motor kesayanganku, pemberian ayah. Aku menikmati
setiap kelokan jalanan, keributan klakson dan segala bentuk manusia-manusia
yang sama denganku berpacu dengan waktu, berpacu dengan segala sesuatu yang
memacu untuk lebih cepat, lebih baik, dan segala sesuatu yang lebih bahkan
dilebih-lebihkan. Nikmat.
Aku bekerja sebagai pelayan, melayani dan melaksanakan
setiap perintah. Tentu dilakukan oleh majikan. Aku memang tidak terlalu suka
banyak bicara, namun sepertinya akhir-akhir ini aku berubah dan itu tidak
berhasil baik sepertinya. Aku harus menahan rasa ingin bicaraku, tetapi.. tidak
kah aku boleh mengutarakan pendapat? Menanyakan sesuatu yang aku tidak tahu? Atau
setidaknya sekedar menanyakan pertanyaan untuk kebaikan orang lain. Sepertinya tidak,
mesin itu mengutaran perintah, lakukan. Mesin itu memberikan instruksi
sepersekian detik kecepatan otakku sepertinya tidak secepat itu, aku tidak
boleh protes, telan, terima, lakukan. Paham.
Orang bilang, sabar sekali. Ya bisa jadi.
Hari ini aku masih berusaha mengisi, jika esok akan menjadi
kosong, mungkin berbie lelah.
Entahlah, sepertinya anak ini belum mengeri sesuatu apapun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar