ini cerita yang sebenarnya sudah lama saya tahu, tapi sayangnya saya tidak tahu siapa yang membuat versi aslinya. mungkin bisa saya ceritakan ini sekilas.
dimulai saat sebuah keluarga kecil yang beranggotakan Ayah, Ibu dan Seorang anak laki-laki. mereka selalu hidup harmonis dalam suatu keluarga yang sangat toleran, dan terbuka atas berbagai hal yang mereka alami.kebetulan anak ini adalah seorang anggota marinir, atau tentara garis depan dari negaranya..
suatu hari akhirnya hari dimana anak itu harus pergi datang juga. berat bagi keluarga ini untuk melepas kepergian anak satu-satunya kebanggaan mereka.
berangkatlah dia ke medan perang...
sekian tahun ia pergi, komunikasi berlangsung harmonis...surat, telefon dan apa saja.
hingga suatu saat ia menelfon keluarganya dan memberi kabar gembira bahwa ia akhirnya diperbolehkan untuk pulang sebentar.
anak: " Ayah, aku akan pulang..."
ayah : " Benarkah..akhirnya setelah sekian tahun kau pergi nak, kini kau akan pulang.."
anak: "Iya Ayah...tugasku telah selesai"
ayah: " kapan kau akan pulang, segerahlah anakku..."
anak:" sesegera mungkin Ayah, tetapi ada satu hal yang ingin aku tanyakan kepadamu...??"
ayah : " apa itu anakku?"
anak : " Bolehkah aku membawa seorang teman ku pulang, bersamaku?"
ayah: " tentu saja boleh, sekedar bermain dan menginap untuk beberapa hari akan menjadi hal yang menyenangkan..."
anak: " bukan untuk bermain tapi menetap..?"
ayah :" ehmm..jika kau rasa dia orang yang baik dan menyenangkan...sepertinya Ayah tidak keberatan??"
anak:" namun ada satu lagi Ayah...dia adalah salah seorang anggota tim kami yang menjadi korban peperanagan di garis depan??kedua kakinya diamputasi...sebelah matanya buta,sebelah tanganya putus dan ia juga sangat lemah??
aku ingin menolongnya Ayah...tetapi aku ingin kau yang memberi izin...
ayah: " nak, maaf nak..jika kondisi teman kamu seperti itu, apakah tidak malah merepotkan kita, menganggu keharmonisan keluarga kita...coba kau pikirkan lagi nak??berapa biaya yang kita harus keluarkan untuk merawatnya?? bukan hal yang mudah bukan....sepertinya Ayah tidak mengizinkanya tinggal bersama kita.
anak:" Ayah, apa yang Ayah katakan semuanya benar, dan aku tidak memiliki sanggahan untuk itu...terima kasih Ayah, kau memang Ayah yang baik dan bijaksana...
setelah itu...selesailah percakapan mereka.....
sehari,...dua hari...sampai 2 bulan...Ayah dan Ibu ini menunggu kedatangan sang anak kesayangan..
namun...setelah sekian lama, mereka mendapatkan kiriman surat..yang menyatakan bahwa....
sang anak kesayangan, ditemukan tewas gantung diri didalam kamarnya........
dan setelah itu, datanglah peti jenazah sang anak...
kedoa orang tua itu masih shock dengan kematian anaknya, dan semakin bertambah kaget...ketika mereka melihat jasad sang anak...
sebelah matanya hilang...
kedua kakinya di amputasi....
tubuhnya penuh luka...
tanganya hanya sebelah...
dan ternyata...sahabat yang dimaksudkan, oleh anaknya dalam percakpan telefon itu adalah dirinya sendiri, dalam sebelah tanganya ia menggenggam surat yang menyatakan....
aku tidak ingin mengganggu keharmonisan keluarga ini, dan aku tidak mau membebankan biaya besar untuk merawatku kepada Ayah dan Ibu..aku sayang kalian...
penyesalan...penyesalan...adalah satu perasaan yang mereka rasakan..
dan, pertanyaanya..apa arti kesemprnaan?
manteb ye mak!
BalasHapusDan semua orang samapi detik ini juga akan berpikir apa artinya kesempurnaan. :)
iya tuh,ceritanya ganas..haaha maksudnye??
BalasHapus