Kamis, 05 September 2013

post-tuesdays with morrie syndrome..

akhirnya menyelesaikan satu buku, sebenarnya sudah lama dibeli dan dibaca pelan-pelan.

pelan-pelan pun saya mencoba untuk mencerna setiap kalimat,percakapan dan perbuatan dalam buku ini, awalnya saya tidak terlalu menemukan sesuatu yang membuat saya seketika terdiam setelah membaca sesuatu.

tetapi semakin saya perlahan-lahan membalik setiap halamanya,sedikit demi sedikit saya mulai terhambat dengan kedalaman kata dan kalimat yang ada dalam buku ini.

banyak pelajaran menarik yang sebenarnya tanpa membaca buku ini kita sudah tau, tapi dengan membaca buku ini, saya merasa seperti diingatkan kembali dengan cara yang lebih dalam, karena semua pelajaran ini berada di suatu plot cerita yang mengagumkan.

ingin rasanya saya mengutip beberapa hal yang ada di dalam buku ini, tapi saya rasa itu terlalu umum. dan tentunya sudah banyak orang yang melakukanya sebelum saya, silahkan anda cari sendiri..

tapi melalui tulisan ini saya ingin memberikan sedikit rasa, yang saya dapatkan ketika membaca, dan ketika selesai membacanya...
bahwa terlalu banyak hal dalam hidup, yang membuat kita lelah dan sangat lelah hingga kita pun lupa untuk apa, siapa dan mengapa kita berlelah-lelah melakukanya.
masa muda apalagi, saya merasa beruntung menemukan buku ini di usia saya yang belum setua morrie.. hehehe... karena saya bisa belajar dan sekaligus mempraktekanya..

masa muda kita selalu menginginkan sesuatu yang terbaru, terbaik, lagi dan lagi berulang.. padahal yang ada saja sebenarnya sudah cukup. masa muda kita menginginkan sesuatu yang dimiliki orang lain, lebih dari menyadari betapa banyak orang yang ingin berada di posisi kita.

masa muda adalah masa yang akan,sedang dan telah di lalui oleh setiap hal yang dilahirkan.
betapa kita sering lupa menyadari ketika kita memperhatikan hidup anak yang lebih muda dengan berlebihan, sedangkan ketika kita ada di posisi dia,di usia dia.. si anak itu mungkin masih bayi, atau bahkan belum terlahir di dunia,sehingga ia pun tidak begitu memperhatikan hidup kita saat itu, karena memang tidak bisa.

memaafkan diri sendiri, dan orang lain menjadi pelajaran berikutnya..
setiap manusia memiliki kesalahan,begitu juga kita..
memaafkan sudah cukup, jika awalnya dekat menhadi jauh dan tidak mau kembali mendekat bukan berarti masih dendam, namun bisa saja karena ada pihak yang ingin menjaga hati dan kedamaian untuk pihak yang lain.

kematian akan tiba sesaat lagi, aku kamu dan mereka. terdekat dengan kematian adalah kita.
sampai jumpa di kehidupan yang lain, entah siapa yang lebih dulu.
jika aku, maka berbicaralah aku akan mendengar..
jika kamu, aku akan berbicara.. dan dengarkanlah


intan utomo
5913

Tidak ada komentar:

Posting Komentar