Jumat, 16 Januari 2015

Tinggal terdekat



Pintu tertutup rapat
Saat suara ramai dan percakapan lebih dari pada 3 orang itu terjadi
Rasa takut
Bukan kenapa kenapa hanya, boleh pintu itu tetap tertutup?
Sampai kaki secara sadar berlari
Menghentak
Buka pintu

Malu, kaget, risih, namun begitu bahagia
Mendengar, melihat dan bercakap dengan wajah-wajah lama
Wajah yang sama dan masih penuh dengan cinta dan kasih
Mereka telah lama aku kenal
Masih sama
Tidak ada yang berubah

Hanya mereka yang pergi lebih dulu yang membuat semua serasa sangat sangat berbeda

Sapa, canda dan tawa

Menanyakan kabar dan menanyakan masa depan
Ada rasa haru saat satu diantara mereka menginjakan kaki di selasar rumah dan tiba tiba menangis
Dia ingat dengan mereka yang pergi lebih dulu
Bergetar suaranya
Menawarkan berbagai kemungkinan tentang masa depan saya
Air matanya tidak bisa di tahan
Dia ingat dengan mereka yang pergi lebih dulu

Hingga harapan itu dia tawarkan
Aku percaya dan siap
Wajah wajah lama yang begitu baik
Dan akan tetap baik
Aku belum bisa menjaganya baik baik
Pintu itu masih sering tertutup
Nanti akan aku buka pelan pelan
Setiap saat
Seperti kebiasaan
Mereka yang pergi lebih dulu

Sabtu, 10 Januari 2015

Permisi

Bukan biasa suka lupa
Tapi suka terlewat
Berubah angka, berubah status, tempat tinggal dan cerita
Perubahan yang terlewat
Selamat tinggal
Selamat datang
Dua belas lewat sepersekian detik
Sepersekian 
Berkedip mata, berubah banyak
Permisi
Silahkan masuk. 2015
Sudah siang
Disini angin pun panas
Basa basi buat supaya senang
Basa basi memang banyak bentuknya
Macam macam
Maksud pun demikian

Selamat siang, tulisan disimpan disini
Untuk disimpan saja supaya tidak hilang
Kalau ada yang baik sebaiknya tidak dibuat buat baik. Semoga
Tunduk karena malu malu mau
Tunduk halus malu malu mau
Tunduk jika dia
Jika kamu dan mereka
Tidak akan

Pertempuran

Masa sudah  berganti lagi tanpa tanda-tanda
Pertempuran di dalam belum lagi selesai ketika beberapa serdadu manusia baru datang bertubi
Jauh jauh masa lalu pergi
Dekat dekat ingin selalu setiap saat

Pertempuran di dalam sedang di mulai kembali
Bukan dimulai
Tetapi sudah ada sejak dulu
Serdadu luar tunggu dulu!!
Masuklah perlahan dan dengan sopan!

Pertempuran di dalam menghabiskan tenaga
Kapan selesai?
Tidak akan
Pertempuran didalam
Satu-satunya cara seakan akan bisa bertemu.

Minggu, 06 April 2014

Garuda yang Besar, Anak yang Kecil

Garuda Indonesia, gagah dan berani memecah kebiruan langit

Seorang anak kecil yang telah bertumbuh dewasa, apakah anda tahu bahwa seorang anak kecil akan memiliki memori yang luar biasa terhadap apa yang dia alami dulu?
Sangat kuat dan membekas.

Begitu pula memori seorang anak dengan Garuda Indonesia, suatu pengalaman luar biasa bersama Garuda Indonesia menempati sebuah ruang kecil di dalam tumpukan memori dewasa anak itu.

Seorang Ibu memasangkan dan menarik kencang sabuk untuk mengamankan anaknya, memastikan berulang. Hingga yakin.

Dipastikan kencang, karena betul cinta Ibu luar biasa.

Sesosok manis dengan senyum simpul, menawarkan makanan kecil manis kepada seorang anak kecil, yang hafal betul nama makanan itu adalah Permen.  Anak itu senang, permen kacang manis yang dia dapat, tapi masih ada satu lagi di genggaman kecilnya, dia simpan dan rahasiakan.

Nampan besar, dua nampan kotak kecil, lalu tissue, pisau dan tusuk gigi disatukan dalam sebuah kantong plastik kecil berwarna biru, irisan buah-buahan tersusun rapi, disebelah nampan kecil berisi lima potong siomay dan minuman jeruk dengan ukuran gelas yang tidak sama seperti kemasan gelas air mineral pada umumnya.

Jakarta

Sebuah kota yang sangat besar sepertinya.
Dalam pikiran anak itu hanya, kota dimana si Doel berada, Agnes monica bersekolah dan Krisdayanti tinggal.

Sesederhana itu, namun kecewa pula, karena yang ditemuinya hanyalah monas dan kebun binatang ragunan.

Monas, tinggi menjulang. Sakit leher anak itu melihat ujung dari menara kebanggaan masyarakat Jakarta dan Indonesia itu.  Kemegahan nya sungguh luar biasa memang, patut dibanggakan, dan tidaklah heran membuat orang pun penasaran.

Tak beda dengan kebun binatang ragunan, saat anak kecil itu berkunjung dengan suka cita diapun sedikit kecewa karena kebun itu sepi binatang ramai manusia, itu kebun manusia dalam pikirnya.

Entah sekarang bagaimana? Jakarta penuh dengan segala kemegahan, lampu berwarna-warni, café dan tempat nongkrong bertebaran dengan musik akustik sebagai bumbu penyedap tambahan atau seperti apa yang kita saksikan selama ini di televisi? Jakarta penuh dengan pesona, siapa suruh datang Jakarta? Pemerintah.

Pergi terang pulang gelap, hanya itu yang ada dalam pikiran sang anak tentang Jakarta. Dan.. sepertinya dia benar. Sebagian besar orang yang beraktivitas di Jakarta hanya akan tersadar dalam terang (Pagi) dan gelap (Malam), diantara keduanya? Terkurung dalam sebuah benak ingin keluar tapi tak bisa, ingin melihat yang lain, namun jari dan kepala dipaksa bekerja di satu tempat. Jakarta.

Belum lagi beton-beton baru yang siap ditancapkan dalam dan lebih dalam lagi di Jakarta, bagaimana megahnya bangunan buatan manusia modern, setiap akhir pekan selalu berlomba untuk meyakinkan adanya perebutan antar manusia kaya dengan manusia kaya lain, 24 jam lagi harga naik. Kaya.

Itulah sebagian memori anak kecil tentang Garuda Indonesia dan Jakarta. Dua hal yang berkesan saat dia kecil. Dan belum bisa ia rasakan lagi ketika ia dewasa.

Anak kecil itu kini telah dewasa, dalam benaknya masih banyak pertanyaan. Seperti Bagaimana Garuda Indonesia saat ini, mengapa saat di bandara lokasi ruang tunggunya dibedakan dengan yang lain, mengapa pilot dan pramugrinya begitu mempesona?

Bagaimana dengan bagian dalam Garuda Indonesia? Masih baik kah? Apakah di dalam kabin Garuda Indonesia benar ada musik yang dimainkan?

Lalu, bagaimana dengan nampan dan segala isinya, apakah masih sama dengan apa yang tergambar dalam kepala anak kecil itu?

Begitu banyak pertanyaan, akankah terjawab? Kesempatan yang akan diberikan, akan mejawab pertanyaan anak kecil itu. Yang sekarang telah dewasa, namun belum berkemampuan dan berkesempatan kembali terbang bersama Garuda Indonesia. Dan dia adalah, Saya.

Saya, pengaggum karya-karya Pandji. Tapi tidak terlalu konsumtif terhadap karyanya. Dan pandji memberikan pilihan karya yang dapat dinikmati tanpa harus membayar, itu kegemaran saya. Terima Kasih Pandji.

Stand-up comedy bukan suatu hal yang baru buat saya, beberapa tahun yang lalu saya sempat tergila-gila dengan Stand-Up Comedy. Dan Pandji salah satu orang yang saya suka, gaya dan bahan sungguh luar biasa.

Dari Pandji juga saya belajar untuk melihat segala sesuatu dengan cermat, membenarkan yang salah semampu saya dengan canda, dan mengolah candaan itu dengan cepat dan peka.

Messake bangsaku secara jujur saya akui, hanya saya nikmati dari tanyangan Kompas Tv *lagi-lagi gratis*

Namun,  messake bangsaku adalah suatu atau mungkin satu-satunya acara televisi yang saat ada jadwal penanyangannya muncul, saya catat, jam, tanggal, saluran tv apa? dan saya membuat suatu alarm pengingat untuk menyaksikan nya, di telefon genggam saya.  Percayalah.. acara ini sunggu special bagi saya. Sesuatu.

Tertawa saat menyaksikan stand-up comedy adalah suatu hal biasa, namun Pandji berhasil membuat saya berfikir, membenarkan opini saya yang salah terhadap sesuatu sebelumnya, dan membuat saya menangis.

Bagian akhir messake bangsaku, Pandji membuat hati saya bergetar, seraya berdoa. Saya akan berada di posisi Pandji suatu saat nanti dengan laga dan tempat yang berbeda. Mungkin.

SALAM
INTAN RAHAYU UTAMI


*saya tidak memiliki satupun foto seperti yang diminta, karena pada masa itu belum musim selfie dan tongsis. Heehee…




Selasa, 18 Februari 2014

kau

kau temanku, kau doakan aku, punya otak cerdas.. -Gajah, TULUS.

merakit rakit menuju hulu bukan lagi saatnya.
terlalu lambat, sulit dan bahan sulitdi cari, pakai speedboat saja, lebih cepat.
perjalanan setiap manusia berbeda, cepat atau lambat hanya perhitungan kepala manusia yang sebatas angka-angka sederhana, begitu banyak penyebab. seperti angka dibelakang koma.

pekerjaan sederhana ini, terasa sulit
mungkin saya sendiri yang mempersulit.
kau temanku, kau doakan aku..
selesaikan ini tepat waktu.

perjalanan panjang, tidak hanya waktu, namun juga jarak.
memberikan pelajaran untuk tahu apa-apa, bukan sebaliknya.
perpindahan waktu, dan tempat, membentuk sisi diri dengan begitu banyak betuk bangun.
ruang yang terisi, 
kau temanku, kau doakan aku..
semua agar bermanfaat.

aku harus tangguh, hidupku ditopang oleh ku sendiri
tameng ku hanya keyakinan.
serangan dari luar, biar saja terpental atau mengenai
kau temanku, kau doakan aku..
aku harus tangguh..


INTAN